Salah satu tantangan dunia saat ini adalah bagaimana pemagangan menghadapi revolusi industry ke-4 (industri 4.0). Model pemagangan mengalami modernisasi sehingga dibutuhkan kebijakan untuk menyediakan sumber daya dan dukungan untuk membantu peserta magang meningkatkan kualitas pelatihan. Dengan inti kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET) yang merupakan integrase pendidikan akademis, karier, dan teknis: artikulasi program sekolah menengah dan pasca sekolah menengah dan hubungan sekolah dan dunia kerja negara perlu menyediakan infrasturktur yang lengkap dan memadai. TVET menjadi salah satu bagian untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, menciptakan tenaga kerja yang mendukung teknologi hijau.

Kegiatan ini bertema “Mengoptimalkan Sekolah Kejuaraan Hijau untuk memenuhi kompetensi yang bisa ditransfer”. Dilaksanakan di aula SMKN 2 Bandung, pada tanggal 10 September 2018.

Kegiatan yang dilakukan:

  • Asian Aprrenticenship Workshop: Tren, tantangan dan Peluang Masa Depan untuk berurusan dengan industry 4.0
  • Lokakarya sekolah kejuruan Eco: Pentingnya TVET dan kontribusinya untuk pembangunan yang berkelanjutan.
  • Diskusi kelompok menuju Vocational Eco-School di Bandung.
  • Kegiatan Budaya.

Acara ini turut dihadiri oleh:

  • National Polytechnic Institute of Cambodia (NPIC)
  • National Technical Training Institut (NTTI)
  • Beijing Normal University (BNU)
  • Hongkong Institut of Education (HKIE)
  • Tongji University (IBB)
  • Shenzhen Polytechnic (SZPT)
  • State University of Surabaya (Unesa)
  • Unipersitas Pendidikan Indonessia (UPI)
  • Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
  • Yogya State University (YSU)
  • Universitas Negeri Malang
  • National University of Laos( NuoL)
  • Unversiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM)
  • Univeritas Teknologi Malaysia (UTM)
  • Dll

Dengan Pembicara:

  • Dr. phil Michael Grosch (Institut Karlsruhe, Jerman)
  • Dr. eng Usep Surahman, ST.,M.T (Ketua Dep Pendidikan Arsitektur, FPTK-UPI)
  • Dr. Phil Dadang Kurnia, M.Sc (Penasehat di Masy Jerman)